5.06.2013

Two Hearts - Part 11

Aku tiba di depan rumah Xavier, tanganku dingin karena gugup untuk menceritakan semuanya pada Xavier. Aku dipersilahkan masuk oleh nenek Xavier, tapi aku tidak melihat Xavier sedikit pun. “nek? apakah Xavier ada dirumah? jika tidak aku akan pulang saja” nene pun segera menjawab pertanyaanku. “dia memang tidak ada, tapi dia akan pulang sebentar lagi, tunggulah”. Setelah beberpa menit aku menunggu akhirnya dia datang. “hai Audrey? apakah kau sudah lama menunggu? maafkan aku” dengan nada yang lelah dia mabjawab pertanyaanku. “Xavier, aku ingin mengatakan sesuatu yang pentik kepadamu” dengan nada rendah aku memulai pembicaraan. dia tidak menjawab pertanyaanku. “sebelum kau bertanya, aku memiliki sesuatu untukmu” dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. “Audrey, semenjak aku bertemu denganmu, aku merasakan hal yang sangat berbeda, aku mencintaimu Audrey, apakah kau mau menikah denganku?” aku tidak percaya Xavier melakukannya disaat yang tidak tepat, aku langsung berlari keluar rumah menuju taman yang berada di depan rumah Xavier sambil menagis, aku tidak peduli jika diluar sana hujan. Xavier mengejarku dan menarik tanganku hingga aku merasakan pelukan Xavier didalam tubuhku, hujan begitu deras baju kami basah kuyup. “mengapa kau lari? mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” Xavier memegang tangaku. Aku kembali tidak menjawab dan air mataku tidak bisa berhenti. “mengapa kau menangis? jawab aku Audrey!”. Aku memberanikan diri utuk menjawab semua pertanyaan Xavier. “maaf aku tidak bisa Xavier, tapi aku juga memiliki perasaan yang sama denganmu, tapi aku sungguh tidak bisa” aku pun terjatuh dihadapannya. “mengapa tidak bisa? apa alasannya?” dia membangunkan ku. “aku akan menikah Xavier ! menikah !, beberapa hari lagi acara pernikahan akan dimulai, maafkan aku Xavier” aku hanya bisa menangis dan memeluk Xavier dengan kuat. Xavier melepaskan pelukannya. “ternyata kau mempermainkan aku? sungguh keterlaluan Audrey !, aku tidak percaya kau seperti ini ! aku benci padamu ! dan aku mohon jangan pernah kau bertemu lagi denganku !” Xavier meninggalkan ku dis ebuah taman yang sepi dan hanya terdngar bunyi hujan yang mengisi kesepianku


Sudah hari aku tidak bertemu dengan Xavier. Besok adalah hari pernikahan yang tidak aku inginkan. Gaun putih yang begitu indah aku pakai untuk acara yang sudah ditunggu-tunggu oleh ibu. Aku dan Louis menaiki mobil pengantin menuju sebuah gereja. Saat diperjalanan mobil pengantinku menabrak pembatas jalan. Aku koma dan hilang ingatan , sementara Louis hanya mengalami benturan yang sangat keras sehingga tangan Louis mengalami luka lebam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar